Pemanfaatan Mesin Parkir Elektronik Di Lombok Tengah Tunggu Perbup

LOMBOK TENGAH– Mesin parkir elektronik di Kota Praya yang dikelola Dinas Perhubungan (Dishub) Lombok Tengah hingga saat ini masih mangkrak. Pasalnya, mesin yang ditempatkan di tiga titik itu hingga saat ini masih belum difungsikan.

Sebelumnya, mesin parkir elektronik yang terpasang di Ruang Terbuka Tonjeng Beru, depan pertokoan Praya dan di eks pasar lama (belakang Orien) itu diprogramkan untuk meningkatkan retribusi parkir dan direncanakan beroprasi tahun 2018.

“Mesin parkir elektronik itu belum bisa difungsikan. Rencana akan dikelola oleh pihak ketiga. Namun payung hukum Peraturan Bupati (Perbub) masih belum ada,” ujar Sekretaris Dishub Lombok Tengah Ahmad Sauki, Kamis (29/3).

Selain itu, lanjut Sauki, pihaknya tidak serta merta gegabah menerapkan mesin parkir ini, karena memerlukan kajian mendalam baik penerapan serta dampaknya.

“Secara lokasi memang sudah tepat dan sesuai. Namun akan kami kaji lebih mendalam,” katanya.

Dengan adanya mesin parkir ini, ke depan kebocoran Pendapat Asli Daerah (PAD) dari retribusi parkir bisa dicegah. Seperti halnya pengelolaan parkir di RSUD Praya, dimana saat ini mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan parkir manual atau menggunakan juru parkir.

“Ini baru contoh saja dulu, kedepanya kami akan menerapkan di semua lokasi yang memang layak,” tandasnya.

Disinggung mengenai anggaran pembelian mesin parker, Ahmad Sauki enggan berbicara banyak. Dia mengatakan kalau jumlah anggaran keseluruhan, dirinya tidak mengetahui secara pasti, karena yang tahu mengenai hal itu Kabid Dishub Lombok Tengah.

“Cobak nanti saya tanya dulu, berapa anggarannya,” cetusnya.

Terpisah, Lurah Praya Maskur mengatakan bahwa pihaknya menyayangkan mesin parkir di depan pertokoan maupun belakang Orien itu belum difungsikan, karena kondisi mesin parkir sekarang sudah mulai rusak, kacanya ada yang pecah.

“Harus segera difungsikan, supaya tidak cepat rusak,” ujarnya.

DiIa mengaku, pihaknya melihat parkir di wilayah Praya penghasilannya sangat menjanjikan, belum lagi di lokasi-lokasi keramainan seperti di Lapangan Muhajirin maupun pertokoan Praya.

Dalam satu hari, juru parkir bisa mendapatkan hampir Rp 300 ribu. “Bila dikalikan satu bulan, penghasilannya sangat banyak sekali,” pungkasnnya. (ade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*